Hubungi Kami

Kantor CV MITRA ANDA Aplikator :

Perum Sekawan Anggun A3 Bumi Citra Fajar
SIDOARJO
Telp/ Fax (031) 8075690 Hp. 081335829933
Email : cv.mitra.anda.sda[at]gmail.com
Cp. HARIYONO
 PIN BB : 280B9999
Whatapps : 087854946555

Workshop :
Bulusidokare Sidoarjo

Whois online

We have 96 guests and no members online

Lansekap Teras

Apa jadinya jika Anda memiliki teras tapi hanya terisi sepasang kursi dan sebuah meja, terlihat sepi bukan? Bisa, jadi Anda pun tidak akan betah bila harus berlama-lama di sana. Bandingkan jika teras yang Anda miliki terdapat sejumlah tanaman yang semuanya tertata rapi dan terawat dengan baik. Pasti akan terlihat asri, dan siapa pun akan suka bila harus di sana dalam waktu yang lama.

 

Hanya saja lanskap tidak saja berkaitan dengan tanaman. Penataan lanskap teras dapat dibagi menjadi dua yaitu hardscape dan softscape. Bila hardscape menyangkut hal-hal di luar tanaman sedangkan softscape sepenuhnya menyangkut tanaman. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menyimaknya berikut ini.

Hardscape

Betapapun kecilnya lahan yang Anda miliki, unsur-unsur hardscape tetap dapat Anda bentuk di taman mungil. Luas lahan dapat disesuaikan dengan ukuran elemen hardscape yang diaplikasikan. Jika lahan cukup luas, pilih ukuran yang agak besar. Sebaliknya, jika lahan minim, ambil unsur-unsur hardscape yang berukuran kecil.

  • Batu. Banyak batu dijual di pasar. Di antaranya batu koral putih dan abu-abu. Aplikasinya sebagai pembatas antara lantai teras dengan taman rumput atay tanaman.
  • Steeping stone. Batu pijak ini sekarang banyak dijual dalam bentuk cetakan bundar dan empat persegi panjang. Anda dapat memasangnya di antara rumput, membentuk sebuah jalan.
  • Papan kayu. Kayu sonokeling dan jati cukup tahan dengan air. Papan kayu biasanya digunakan untuk anak tangga menuju teras, atau titian (jembatan kecil) yang menuju, di samping, atau melalui kolam yang ada di dekat teras, juga sebagai selasar dan jalur pedestrian.
  • Kolam. Kolam pada teras dapat dibuat dibagian samping atau di depan. Meskipun dapat saja berisi tanaman air, umumnya di kolam dipelihara ikan. Selain akan menghidupkan suasana, juga dapat mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk.
  • Pancuran. Air mancur dapat dibuat menyatu dengan kolam, sehingga memudahkan pembuatan instalasi.
  • Pot. Ada bermacam-macam pot yang dibedakan berdasarkan materialnya, mulai dari pot plastik, semen, tanah liat, sampai kayu dan rotan. Biasanya pot kayu dan rotan hanya digunakan untuk wadah kedua, setelah tanaman beserta tanahnya hidup di dalam pot pertama. Ukuran pot dapat disesuaikan dengan luas teras.
  • Lampu. Lampu taman adalah lampu yang dipasang di sekitar taman, sehingga memberi penerangan yang cukup pada area sekelilingnya.

Softscape

Berbagai jenis tanaman dapat ditanam di sekeliling teras. Tanaman apa saja? Secara garis besar, tanaman dapat dibagi dalam beberapa kategori yaitu pohon, semak tinggi, semak sedang, semak rendah, ground cover, dan rumput. Selain itu Anda juga dapat memilih berbagai tanaman hias yang berbunga maupun yang tidak berbunga.

Tips memilih tanaman

  • Ada baiknya anda memperhatikan kemampuan tumbuh kembang tanaman. Hal ini untuk menghindari efek yang tidak diinginkan pada jangka panjang. Beberapa tanaman yang baru Anda beli memang berukuran kecil, tapi tanaman juga makhluk hidup yang akan tumbuh.
  • Beli tanaman yang menggunakan karung atau polybag. Selain lebih mudah untuk dipindahkan, akar tanaman akan lebih mudah beradaptasi pada media tanam yang baru.
  • Setelah tiga minggu tanam, umumnya tanah akan memadat akibat penyiraman. Gemburkan tanah sedikit, dan tambahkan lapisan kompos untuk menjaga struktur tanah.
  • Jika Anda akan menggunakan pupuk kandang, pilih pupuk yang sudah benar-benar matang. Ciri-cirinya adalah tidak berbau, tidak panas, dan tidak mudah hancur ketika diremas. Pupuk kandang yang masih muda masih mengeluarkan gas yang dapat membuat tanaman terbakar dan layu.

Penempatan tanaman

Tidak semua tanaman tahan terhadap sinar matahari langsung. Sebagian malah akan subur di tempat yang lembab, bahkan basah. Ada cara penempatan yang dapat Anda pilih di sekitar teras Anda.

  • Bernaung di bawah atap. Ini untuk tanaman yang tidak tahan sinar matahari langsung. Biasanya tanaman yang kecil, seperti sirih gading, kuping gajah, suplir, dan jenis pakir. Pot dapat diletakkan di atas umpakan atau digantung di tiang besi atau di lisplang atap teritis.
  • Ditanam di pinggiran teras. Biasanya adalah tanaman yang berbunga. Membutuhkan sinar matahari, tetapi tidak terlalu keras. Contohnya begonia, violces, gloxinia, dan anggrek dari jenis yang tahan panas.
  • Ditanam di halaman teras, menjadi view yang menarik. Biasanya membutuhkan sinar matahari yang banyak dan tahan terhadap hujan. Tanaman berdaun indah dan tanaman berbungta, juga pohon, misalnya, aglonema hijau, pacar air, paku boston, dan sutra bombai.

Wadah tanaman

Percantik lansekap teras dapat dilakukan dengan memilih dan menempatkan wadah tanaman yang tepat. Kita mengenal berbagai wadah seperti bak untuk menampung aneka jenis tanaman dan pot serta kontainer. Wadah yang paling populer adalah pot dengan aneka jenis materialnya. Pot-pot itu juga dapat ditampung dalam satu kontainer seperti berbentuk kereta dorong, atau boks dari besi.

Tanaman air

Di samping tanaman dengan media tanam tanah, Anda juga dapat mempertimbangkan memperindah teras dengan tanaman air. Ini adalah jenis tanaman yang membutuhkan air atau lumpur sebagai media tanamnya.

Jenis ini tumbuh cenderung merumpun. Umumnya berakar serabut dan batangnya tidak mengandung kayu. Dia lebih baik bila ditempatkan di ruang terbuka dan mendapat sinar matahari. Misalnya, di sisi teras atau seberang teas, di tengah halaman. Contoh yang paling populer adalah teratai, lotus, tipha, dan papyrus.

Dengan gambaran yang sudah dijelas diatas, Anda sudah dapat menggarap lansekap teras yang lebih hijau dan berbunga. Jadi, tidak susah bukan?