Hubungi Kami

Kantor CV MITRA ANDA Aplikator :

Perum Sekawan Anggun A3 Bumi Citra Fajar
SIDOARJO
Telp/ Fax (031) 8075690 Hp. 081335829933
Email : cv.mitra.anda.sda[at]gmail.com
Cp. HARIYONO
 PIN BB : 280B9999
Whatapps : 087854946555

Workshop :
Bulusidokare Sidoarjo

Whois online

We have 95 guests and no members online

Nyentrik Dengan Gaya Rastik

Dalam menata interior, konsep "back to nature" semakin banyak pengikutnya. MUngkin karena orang sudah jenuh dengan segala yang berbau artifisial. Untuk mereka yang tidak tanggung-tanggung memilih gaya hidup kembali ke alam, ada pilihan gaya rastik (dari bahasa Inggris, rustic). Gaya yang satu ini habis-habisan mengekspos bahan dasar.

Rustic sendiri, dalam bahasa Inggris berarti bersifat kedesaan, atau sesuatu yang mengingatkan pada gaya hidup pedesaan. Kata ini juga sering dikaitkan dengan metode-metode yang sederhana, kuno dan tradisional.

 

Jika meja terbuat dari kayu yang bercabang, jangankan kayunya diamplas biar rata. Kalau perlu, cabang itu justru dipertahankan dan difungsikan sebagai kaki meja. Contoh lainnya, kayu yang gompel karena dahannya pernah luka, didiamkan tidak tertambal dempul sedikit pun, justru "cacat" ini menjadi daya taruk tersendiri bagi penyuka gaya ini.

Intinya, gaya rastik mengedepankan kejujuran dan tampilan yang apa adanya. Bahan dibiarkan mentah, karena karakteristiknya jauh dari kesan formal, furnitur maupun pernik rastik mampu membawa suasana akrab dan hangat pada interior. Gaya ini memang agak menyimpang dari pakem elemen interior yang umumnya di finishing sampai mulus. Justru karena kekasarannya, benda-benda rastik ini malah tampil nyentrik.

Selain kesederhanaannya, keunggulan benda bergaya rastik adalah daya tahannya. Umumnya benda bergaya ini terbuat dari material yang kokoh macam kayu solid, yang kekuatan dan keawetannya tidak perlu diragukan lagi. Harga material solid pun cukup tinggi. Ini juga menjadi alasan orang memilih furnitur atau pernik rastik. Rastik boleh saja terkesan liar, tapi yang jelas ia tidak murahan.

Rastik itu bukan Antik

Kadang orang masih rancu antara ke dua istilah itu. Ada yang beranggapan, pokoknya semua yang kekuno-kunoam disebut antik. Atau sebaliknya, pernak-pernik yang tampilannya seperti termakan uia, lantas langsung dianggap kuno atau antik.

Berikut ini beberapa perbedaan mendasar antara pernik kayu rastik dan antik.

Rastik:

  • Finisihing: Bebas, yang penting masih memperlihatkan karakter bahan asli.
  • Detail: Sesuai aslinya (ranting, kulit kayu, mata kayu)
  • Usia: Benda rastik tidak di nilai berdasarkan tahun pembuatan
  • Kesan: Alami, apa adanya

Antik:

  • Finishing: mengilap, diberi tambahan warna tertentu
  • Ukiran, dipadu detail dari logam
  • Semakin tua umur benda antik, semakin ia berharga. Bahkan usia dapat menentukan gaya yang digunakan
  • Kesan: mewah, formal

Nyaman walau kasar

Agar tampilan koleksi furnitur atau pernik rastik itu nyaman di mata dan tidak kaku, Anda dapat melakukan beberapa hal dibawah ini.

  • Perhaluslah
    Tampilan yang kasar itu dengan kain (soft furnishing). Misalnya, padukan kursi kayu gelondongan dengan bantal-bantal atau alasi meja dengan taplak yang manis
  • Warna
    Benda-benda rastik umumnya kecoklatan. Agar lebih menarik, tambahkan pernik berwarna cerah di sekitarnya. Rangkaian bunga, buah, dan tanaman dapat menjadi alternatif yang mudah.
  • Di dalam satu ruang, sebaiknya jangan terlalu banyak memajang benda rastik. Tekstur yang kasar dan bentuk yang tak berarturan membuat ruang jadi terkesan ramai. Cukup pajang satu pernik dan padukan dengan elemen interior lain yang bentuknya lebih simpel.
  • Pernik atau furnitur rastik warnanya cenderung gelap. Untuk menghindari kesan kumuh dan kotor, beri penerangan yang cukup di sekitarnya.

Sumber: Tabloid Rumah