Biasanya warna untuk kamar tidur adalah warna-warna yang kalem (soft) seperti hijau, biru, atau putih. Tetapi tidak ada salahnya jika Anda ingin agar ruangan kamar tidur Anda berwarna agak terang seperti kuning atau oranye, bila itu warna yang Anda sukai dan memberikan respon emosi positif yang Anda berikan terhadap warna tersebut.

Warna sebenarnya dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok warna hangat dan kelompok warna dingin. Yang menjadi kelompok warna dingin adalaj biru, hijau, dan ungu. Mereka melambangkan alam dan udara yang mendatangkan efek tenang dan rileks. Sedangkan warna merah, oranye, dan kuning adalah anggota kelompok warna hangat. Disebut demikian karena warna-warna ini mengingatkan kita akan panasnya api dan hangatnya sinar matahari. Efek yang dihasilkan warna merah, oranya, dan kuning adalah timbulnya perasaan hangat dan nyaman. Dalam tone warna yang lebih tua atau lebih kuat, warna-warna ini akan meningkatkan produksi adrenalin, meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan kecepatan bernapas Anda.

Oranye dan Kuning

Oranye adalah kombinasi dari warna merah dan kuning. Karena mengandung unsur merah, oranye juga memberi efek menghangatkan ruangan, hanya saja tidak sedramatis efek yang dihasilkan warna merah. Jika merah menghasilkan perasaan bergairah dan berapi-api, maka oranye sebagai salah satu "turunan"nya, menimbulkan kesan akrab dan welcome, menghibur, membangkitkan energi serta rasa exciting. Oranye adalah pilihan warna yang tepat untuk ruang tamu, ruang keluarga, juga untuk kamar tidur, terutama kamar tidur anak-anak.

Sementara kuning adalah warna yang paling dapat menangkap pandangan mata atau mencuri perhatian kita, dibandingkan warna-warna yang lain dalam roda warna. Kuning memberikan kesan hidup dan segar pada ruangan, karenanya sesuai untuk ruangan yang kurang mendapat sinar matahari. Jika digunakan di kamar tidur, warna kuning bisa memperbaiki mood yang jelek.

Tiga alasan memilih warna hangat

Arah hadap ruang

Orientasi atau arah hadap ruang akan menentukan banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh sebuah ruangan di siang hari. Ada arah-arah hadap tertentu seperti utara yang membuat sebuah ruangan cenderung menerima sedikit sinar matahari. Akibatnya ruangan menjadi gelap. Agar ruangan tak berkesan dingin dan lembab, pilihlah warna cerah seperti kuning dan oranye.

Jumlah cahaya alami yang masuk

Poin kedua ini sebenarnya masih berhubungan dengan poin pertama tadi. Hanya saja untuk poin ini, jumlah jendela dari suatu ruangan turut andil dalam menentukan banyak sedikitnya cahaya yang masuk. Jika ruangan Anda memiliki sedikit jendela atau jendela yang ada kecil-kecil, Anda bisa mencoba menerapkan warna-warna dari kelompok warna hangat untuk mencerahkan ruangan yang kekurangan cahaya alami.

Ukuran (luas) ruangan

Warna-warna hangat memberi kesan akrab dan intim dalam suatu ruangan. Selain itu, warna-warna ini juga memberi kesan jarak yang dekat. jadi jika Anda merasa bahwa kamar Anda terlalu besar dan kosong, cobalah kuning dan oranye. Sementara jika ruangan ANda kecil/sempit, warna-warna ini bisa juga bisa digunakan hanya saja pilihlah dalam gradasi yang muda.

Sumber: Tabloid Rumah