Kamar tidur merupakan tempat seseorang melepas penat setelah sehari penuh bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Meski tidak terlalu sempurna, alangkah baiknya jika ruang tempat beristirahat itu menjanjikan suasana rileks dan nyaman.

Menata kamar tidur yang baik dan nyaman ternyata tidak selalu mudah. Bahkan sering menjadi pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai. Padahal, sebenarnya amat banyak teknis baku, bahkan "tradisional" yang baik dan mampu mewakili penyajian ruang tidur yang nyaman dan indah. Misal, dengan menentukan warna dasar ruang yang menyejukkan mata sehingga mampu menimbulkan kesan menenangkan. Selanjutnya, tentu merencanakan penempatan furnitur dan pernak-pernik pelengkap kamar senyaman dan seefisien mungkin. Selebihnya? Tentu sesuai selera si empunya kamar.

Oleh karena itu, untuk menampilkan kamar atau ruang tidur yang mampu mewakili/memenuhi kebutuhan kita, jelas butuh perencanaan yang memadai. Memang, kita sering bingung ketika berhadapan dengan situasi dalam merancang kamar tidur kita sendiri. Aneh memang, rasanya penempatan benda-benda/perabot sekolah sangat menyita tempat dan tak pernah cocok dengan posisinya. Alhasil, yang kita dapat adalah perencanaan ruang tidur yang terkesan ditata sekenanya.

Lalu bagaimana sebaiknya, merencanakan kamar tidur yang baik dan efisien? Mudah saja. Sebab, sebenarnya ada cara mudah untuk merencanakan kamar tidur yang baik tanpa bantuan seorang ahli sekalipun.

Langkah pertama, tentu kita hatus mengetahui seluk beluk ruang tidur kita. Sebut, misalnya ukuran kamar, posisi pintu dan posisi jendela. Tahap kedua, bisa dengan menginventarisir perabot/furnitur dan pernak pernik pengiri ruang tidur kita itu.

Langkah selanjutnya, ambil kertas petak-petak berskala, lalu buat denah kamar tersebut. Nah, melalui denah ini kita akan mendapatkan gambaran dimana sebaiknya lemari, meja, tempat tidur, dan seterusnya ditempatkan. Alhasil, kita tinggal menentukan design atau layout kamar tersebut sesuai selera. Apalagi jika kita mampu menggenalisir segala kebutuhan furnitur berikut perangkat lainnya untuk kamar tersebut, kita akan bisa me-reka dengan baik rancangan yang akan diterapkan.

Ok, desain/layout telah terbentuk. Lalu langkah apa yang harus ditempuh? Tentu langkah selanjutnya adalah menentukan tema. Sejatinya, dalam sudut pandang ilmu desain interior, banyak sekali tema yang dapat diadopsi. Kendati begitu, ujung-ujungnya toh akan kembali pada selera si empunya kamar. Artinya, kita bisa mengambil bermacam-macam referensi (interior desain) sebagai acuan untuk menentukan tema kamar sesuai selera yang dikehendaki.

Tips menyiasati lay out kamar tidur

usahakan agar penempatan furnitur atau benda besar lainnya tidak menghalangi pintu atau jendela
Kalaupun terpaksa, beri jarak minimal 60cmdari jangkauan pintu atau jendela
Begitu pula dengan tempat tidur, upayakan agar tidak terlalu mepet ke dinding, beri jarak minimal 30-60cm
Untuk kamar tidur dengan luas terbatas, posisi terbaik dan efisien adalah di pojok ruang
Seminim-minimnya luas ruang tidur kita, upayakan untuk membebaskan ruang minimal 90cm x 90cm untuk bukaan pintu kamar.