Kita sering melihat lantai kayu lebih populer dipergunakan di rumah-rumah di negara luar, tetapi bukan berarti lantai kayu di Indonesia tidak ada peminat. Hanya saja untuk dapat memakai kayu sebagai lantai rumah, banyak yang harus dipertimbangkan.

Dulu ketika kayu masih banyak belum mengalami krisis seperti sekarang ini, lantai kayu terbuat dari kayu solid. Tetapi karena sekarang bisa dikatakan kayu sudah langka, maka dibuatlah parlet laminate yang merupakan pengembangan dari parlet (lantai kayu). Parlet terbuat dari beberapa lapis material yang direkatkan jadi satu. Umumnya ada 4 lapisan pembentuknya. Yang terbawah adalah lapisan pelindung—biasanya melamin—yang berfungsi melindungi kayu dari kelembaban yang ditimbulkan lantai yang sudah ada (lantai di bawahnya). Kemudian di atasnya adalah bahan utama—biasanya MDF (medium density fiberboard) atau HDF (high density fiberboard). Lapisan di atasnya lagi adalah material dekoratif. Karena MDF dan HDF memiliki permukaan polos (tidak bermotif), maka dibutuhkan motif kayu buatan agar tampilan lantai terlihat seperti kayu alami. Lapisan bermotif kayu ini biasanya terbuat dari resin. Terakhir, lapisan paling atas adalah film transparan yang kuat dan berfungsi sebagai pelindung. Dengan adanya lapisan film ini, parket laminatelebih tahan gores dan tahan air dibandingkan parket kayu solid.

Hanya saja parket laminate memiliki kelemahan, karena terbuat dari kayu serbuk, ia tidak terlalu kuat menahan beban dibandingkan kayu solid. Karena itu bahan ini cocok digunakan untuk ruang-ruang yang tidak terlalu menanggung banyak beban, misalnya ruang tidur atau ruang tamu.

Selain itu harga parket termasuk mahal dan rumit perawatannya. Setidaknya, Anda harus lebih ekstra dalam merawat parket. Lalu bagaimana supaya Anda tetap menggunakan lantai kayu dengan harga yang terjangkau? Untuk mengakali hal ini, Anda bisa menggunakan tripleks sungkai. Dengan tripelks sungkai, lantai akan nampak seperti parket tapi Anda tidak memerlukan perawatan yang rumit seperti halnya parket.

Perbedaan pemasangan parket laminate dan tripleks sungkai

Dalam memasang parket laminate, untuk memudahkannya, parket laminate didesain dengan sistem interlocking antara lidah dan ceruk. Pada satu keping, sisi sebelah kirinya adalah lidah dan sisi sebelah kanannya adalah ceruk; sisi atasnya lidah dan sisi bawahnya ceruk. Cara memasangnya adalah memasukkan lidah keping yang satu ke dalam ceruk keping yang lain. Hal ini berbeda dengan pemasangan keramik yang setiap kepingnya harus direkatkan pada lantai yang ada di bawahnya. Pada pemasangan parket laminate, perekat juga dibutuhkan, tapi hanya untuk menempelkan antara satu keping dengan keping lainnya (lem dioleskan pada bagian lidah dan ceruk).

Sedangkan untuk memasang tripleks sungkai, lantai tetap harus diaci, dan pengaciannya pun harus benar-benar rata. Ini karena pada parket buatan ini tidak terdapat sterefoam yang dapat membantu "meratakan" lantai. Setelah acian benar-benar kering dan rata, selanjutnya dipasang tripleks biasa yang dilem dan dipaku pada lantai. Barulah di atas tripleks biasa ini dipasang tripleks sungkai. Pemasangan tripleks sungkai cukup dengan dilem saja, lalu di-finishing dengan menggunakan melamin seperti pada parket biasa.

Cara perawatan

Mengingat bahan utama lantai parket dan parket buatan ini terbuat dari kayu, maka musuh utamanya adalah kelembaban. Disarankan merawat lantai parket dengan penyedot debu atau sapu saja. Jangan pernah mengepel lantai parket, karena genangan air yang terkurung di lapisan plywoodbisa melapukkan kay. Selain itu, dengan meningkatnya kelembaban pada parket dapat menimbulkan perbedaan tekanan yang drastis. Akibatnya sendi parket bisa lepas dan kalau diinjak lantai akan berbunyi atau berderik.

Selain menjaga lantai parket dari kelembaban, sebaiknya Anda gunakan lapisan atau bahan kimia anti rayap. Untuk membuat lantai parket anti rayap bisa dilakukan penyuntikan pada kepingan kayunya. Atau ketika Anda membeli material parket ini, Anda bisa memilih jenis parket yang sudah disuntik dengan cairan anti rayap.

Diambil dari beberapa sumber