Menginjak usia sekolah, anak-anak mulai berkembang menjadi individu-individu kecil yang mandiri, mengenal teritori dan rasa kepemilikan, sehingga mereka menghendaki area pribadi sendiri. Itulah sebabnya, anak-anak pada usia ini lebih senang tidur terpisah dari orang tuanya.

Mengapa orang tua memberlakukan share bedroom pada anak-anaknya, pastinya mempunyai alasan tersendiri. Salah satunya bisa dikarenakan ukuran kamar yang terbatas atau bisa saja untuk lebih memudahkan pengontrolan dan efisiensi ruang. Untuk lebih memudahkan menata share bedroom pada anak-anak, orangtua harus mengingat beberapa hal, diantaranya adalah :

  • memahami bahwa anak-anak adalah individu-individu yang berbeda sehingga sangat penting untuk tetap menampilkan selera individu mereka.
  • sebagai individu kecil, anak membutuhkan area privasi sendiri atau area untuk menyendiri, oleh karena itu sebaiknya mereka memiliki tempat tidur masing-masing.
  • Sebagai orang tua, Anda harus menyediakan apapun itu untuk keperluan anak-anak, sebanyak jumlah anak yang menempati kamar tersebut, terutama apabila mereka memiliki beda umur yang tidak terlalu jauh sehingga tidak satupun dari mereka merasa dilupakan.

Setelah mengerti dan memahami apa yang diinginkan dan dibutuhkan anak-anak, maka Anda akan lebih mudah untuk merancang kamar sesuai dengan harapan mereka. Mungkin tidak seratus persen seperti apa yang mereka harapkan, setidaknya sudah dapat mewakilkan apa yang mereka butuhkan.

Untuk bisa membuat kamar tidur yang sangat disukai anak-anak perlu diciptakan tema yang imaginatif. Anda bisa meminta pendapat mereka, tema apa yang paling mereka sukai untuk kamar tidur mereka. Jika jenis kelamin anak sama, Anda bisa leluasa dalam menerapkan tema, asal Anda yakin betul bahwa keduanya telah sepakat untuk menggunakan tema tersebut.Tetapi bila jenis kelamin anak Anda berbeda, hal itu akan sangat sulit dilakukan. Untuk itu, Anda bisa membuat tema yang umum. Tetapi, umumnya untuk saudara beda jenis kelamin, share bedroom paling hanya sampai umur lebih kurang sepuluh tahun. Menginjak sekolah lanjutan, anak akhirnya tidur terpisah.

Kembali kepada masalah share bedroom, tata letak untuk kamar tidur gabungan membutuhkan perhatian khusus terutama jika ruang yang tersedia tidak besar. Sebaiknya, kita memvisualisasikan dalam kepala kita di mana sebaiknya tempat tidur diletakkan, apa yang akan jadi pusat perhatian pada ruang tidur, dimana sebaiknya si kecil belajar, dan lain-lain. Tentu saja dengan membandingkan ukuran furnitur terhadap ruang yang tersedia.

Oleh: Nurul Wulan Sari/Tabloid Rumah