Tren Desain Kamar Mandi

Seiring dengan perkembangan gaya hidup masyarakat, aktivitas mandi juga berubah dimana fungsinya tidak hanya mengakomodasi kebutuhan fisik pemakai tetapi juga memberikan kemudahan dan kenyamanan yang optimal sekaligus mencerminkan kebiasaan dan kepribadian pemakainya. Dahulu orang mandi dengan gayung dan bak air tetapi sekarang orang mendapat sensasi yang lebih dramatis saat mandi dengan rain shower. Selain itu, berendam di jacuzzy dengan aromaterapi menjadi hobi baru yang menyenangkan terutama saat lelah sepulang kerja. Perubahan ini tentu didukung oleh teknologi canggih seperti kloset jongkok yang sudah lama digantikan oleh kloset duduk yang lebih nyaman bahkan ada yang dilengkapi oleh sistem bilas otomatis.

Hal lain yang menjadi tren dalam desain kamar mandi adalah aspek efisiensi baik dalam hal pemanfaatan ruang maupun dalam hal pemakaian air. Misalnya, kini hadir beragam produk saniter yang bentuknya lebih kompak dan multifungsi seperti shower box dan jacuzzy yang dilengkapi oleh deretan lubang semburan air untuk pijat (message). Ada pula tempat simpan (storage) yang dulunya berupa lemari di bawah wastafel tetapi kini berubah menjadi ambalan dengan memanfaatkan pojok / sisa ruang.

Read more ...

Tips Memasang Kaca Frameless

Kaca tanpa bingkai banyak digunakan pada rumah modern minimalis. Praktis dan efisien. Mau tau trik jitu memasangnya?

Bisa dibilang hampir setiap rumah masa kini dengan desain modern minimalis menerapkan konsep kaca tanpa bingkai atau frameless. Selain praktis dan efisien, juga memberi kesan clean.

Dengan tak lagi memberi bingkai, ada unsur penghematan yang cukup besar dalam biaya pembangunan. Namun, jangan salah membuat dan memasangnya. Bisa-bisa boros, akibat kaca harus dibongkar pasang.

Cara praktis membuat kaca frameless agar mudah dicopot pasang adalah dengan membuat pegangan berupa "got" atau cerukan pada dua sisi bidang yang panjang. Untuk sisi yang pendek cukup ditempel pada dinding dan diberi sealant.

Sebagai contoh, jika lubang jendela berukuran 30cmx 60cm dengan posisi horizontal, pegangan hanya dibuat di bagian atas dan bawah pada sisi yang panjang. Kaca yang digunakan untu lubang jendela itu berukuran 31cmx 59cm. Asumsinya bagian atas dan bawah kaca hanya 1/2cm yanag masuk ke dalam cerukan dinding, sedangkan dua sisi di kiri dan kanan diberi sealant. Cara ini sekaligus untuk memberi ruang gerak pada saat kaca memuai.

Agar lebih jelas, berikut cara pengerjaan untuk kaca mati berbentuk horizontal.

1. Siapkan bidang-bidang yang akan ditempatkan kaca.
2. Buat cerukan pada dinding atas dan bawah kaca sedalam dan selebar 1,5 cm.
3. Beri sedikit perkuatan dengan adukan semen pada dasar cerukan untuk pegangan lis "U". Dapat pula dengan memaku lis "U" ke dalam cerukan agar lis terpegang kuat.
4. Tempatkan lis aluminium berbentuk "U" dengan ukuran 1 cm pada kedua cerukan itu.
5. Berikan sealant sepanjang bagian atas dan bawah cerukan dari lis aluminium itu. Lalu, masukkan kaca dengan posisi miring.
6. Berikan sealant pada sisi kaca bagian atas dan bawah yang tertanam pada cerukan agar kaca tertanam rapat.
7. Tutup celah yang terbentu pada sisi ujung bagian kiri dan kanan dengan sealant
8. Bersihkan kaca dengan koran basah. Kaca pun siap terpasang dengan kuat.

Anda perlu tahu

Cerukan hanya dibuat pada bidang sisi lubang jendela yang panjang saja, bukan sisi yang pendek atau yang lebar. Jika kaca mati itu berbentuk vertikal, cerukan dibuat hanya pada dinding bagian kiri dan kanan. Jika lubang jendela berbentuk horisontal, cerukan dibuat pada sisi atas dan bawah karena pada kedua sisi panjang itulah yang menjadi pegangan kaca.

Untuk membuka atau mengganti kaca, Anda dapat menguas sealant dari cerukan pada sisi panjang jendela. Kaca dilepas dengan posisi miring. Untuk pemasangan kaca kembali, sesuaikan dengan langkah yang dianjurkan untuk memasang atau menempatkan kaca yang baru.

Perhatikan ukuran lis aluminium yang digunakan. Lis ukuran 1cm hanya untuk kaca dengan tebal di bawah 5mm. Kaca dengan tebal 8mm ke atas, sebaiknya menggunakan lis mulai dari ukuran 2 cm. Ini agar proses memasukkan dan mengeluarkan kaca lebih mudah dan kaca dapat terpegang kuat.

image credit:  arsitekdansipil.blogspot.com

Tip Mengatur letak Lampu

Lampu tidak hanya berfungsi sebagai alat pencahayaan atau sumber penerangan saja, melainkan sudah menjadi elemen penting sebagai penunjang estetika dari sebuah bangunan ataupun ruang, baik di ruang terbuka maupun di ruang tertutup. Berikut ini akan kami berikan beberapa pola meletakkan lampu yang bisa Anda jadikan acuan.

Read more ...