Mengolah Ruang Keluarga

Ruang keluarga bisa dikatakan sebagai jantung dari sebuah rumah. Karena di sanalah, tempat berkumpulnya anggota keluarga baik dalam suasana santai, hangat maupun akrab. Agar kondisi ini dapat terpenuhi, maka harus ditata secara maksimal dengan memperhatikan hal-hal berikut ini.

Unsur pembentuk ruang

Sebuah ruang tercipta dengan adanya 3 elemen pokok pembentuk ruang yaitu lantai, dinding, dan atap (plafon). Untuk menciptakan sebuah ruang keluarga yang nyaman, dapat dilakukan dengan melakukan pengolahan terhadap tiga unsur tersebut. Pengolahan dapat meliputi bahan yang digunakan, tekstur, dan warna. Setiap jenis bahan memiliki sifat tersendiri dalam menciptakan karakter ruang. Pengaplikasian setiap jenis bahan sangat tergantung pada gaya yang ingin diterapkan dan letak/posisi di mana bahan tersebut akan diaplikasikan.

Read more ...

Menggantungkan Tirai Dengan "Lubang Tali Sepatu" Yang Unik

Jika sebelumnya kita pernah membahas menggantung tirai atau gorden dengan menggunakan tali yang terbuat dari kain, sehingga memberi kesan ringan pada tirai, maka kali ini kita akan membahas menggantung tirai dengan "Lubang tali sepatu". Apa maksudnya dengan lubang tali sepatu tersebut?

Lubang tali sepatu disini untuk menggambarkan lingkaran yang mirip dengan lubang tali sepatu (eyelet) yang digunakan untuk menggantungkan tirai. Cara menggantungnya yang unik sehingga terkesan lebih informal dan lebih unik.

Banyak sekali yang bisa diakali dari eyelet. Lubang pada tengahnya dapat menjadi "tangan" yang baik bagi tirai untuk berpegangan pada bilah bulat tempat tirai digantungkan. Sedangkan pada kondisi lain, melalui eyelet ini pula dapat diikatkan elemen lain untuk mengaitkannya dengan bilah tirai. Bagian atas tirai tempat eyelet diletakkan sering menjadi tempat dilakukannya banyak sentuhan kreatif untuk menambah keindahan.

Untuk kecantikan tirai, berat ringannya bahan harus diperhatikan karena akan berhubungan dengan kekuatan eyelet memegang. Bahan yang berbobot ringan sampai sedang disarankan untuk model ini. Selain itu, ukuran bilah harus disesuaikan dengan ukuran eyelet. Pilihan bahannya pun harus tepat karena ada bagian tertentu dari bilah yang akan terekspos.

Tips:

Untuk bilah dengan diameter 15 mm, diperlukan eyelet 20mm. Bahan eyelet bisa terbuat dari plastik, kuningan,  stainless steel atau tembaga.

credit image : id.aliexpress.com

Mengenal Produk-Produk Saniter

Menurut sejarah, produk saniter yang pertama kali dibuat adalah kloset dengan cara melubangi tanah untuk membuang kotoran manusia. Di Indonesia, yang mayoritas masyarakatnya bertani dan bermukim di sekitar sumber air sehingga mereka lebih sering memanfaatkan alam sekitar seperti mata air dan aliran sungai untuk membuang limbah atau untuk membersihkan diri. Di zaman penjajahan Hindia Belanda, sebagian masyarakat kita mulai mengenal kloset danbak rendam yang saat itu telah digunakan oleh Bangsa Eropa. Saat penjajahan Jepang, mereka memperkenalkan kloset jongkok yang bentuknya lebih cocok dengan anatomi tubuh Asia.

Konsep produk saniter ini dengan cepat diadopsi oleh kalangan bawah dalam wujud jamban di tepi sungai dengan dinding anyaman rotan di keempat sisinya. Kebiasaan mandi juga berubah dari berbilas di bawah pancuran air alami sampai kebiasaan mandi dengan gayung dan bak air siap pakai yang dipasang di kamar mandi. Kini, ada beberapa jenis saniter yang sudah diproduksi di dalam negeri namun ada juga yang produk impor.

Read more ...